Pada tanggal 9 dan 10 Januari 2016 lalu saya mendapat kesempatan menjadi Juri Precast Audition The Voice Indonesia Season 2 Wilayah Jakarta di JIEXPO Kemayoran. Selalu menyenangkan buat saya bisa ikut serta mencari talenta baru di industri musik melalui talent show televisi. Kali ini yang dicari adalah murni suaranya dari segi kemampuan vokal dan karakter vokalnya tanpa memandang penampilan fisik atau faktor lain. Berikut adalah update foto kegiatan audisinya.
Antrian sudah sangat panjang ketika saya tiba pukul 7 pagi,
begitulah perjuangan calon bintang
Antrian peserta The Voice Indonesia 2
Peserta yang mengantri paling depan, mungkin
dari subuh mereka sudah di lokasi
Selfie dulu yah hehehe
With Kak Maria Ulie dan tiket keputusan The Voice
With Kak Maria Ulie dan tiket keputusan The Voice
With Mba Antie RCTI (paling kanan)
Selfie dengan peserta yang mirip Saeful Jamil
Depan Precast Room
Depan Precast Room
Didalam Precast Room tempat peseta
menunjukkan bakat menyanyinya
Berikut latihan untuk menarik nada tinggi (register atas) dengan head voice, semoga membantu. If you like it, pls subscribe my youtube channel, like, comment and share. Thanks for watching :)
Berikut adalah 10 Lagu lama yang sukses dirilis ulang :
1. Janji Manismu - Terry
2. Pergi Untuk Kembali - Ello
3. Selamanya Cinta - D'cinnamons
4. Nuansa Bening - Vidi Aldiano
5. Kisah Cintaku - Peterpan
6. Simfoni yang Indah - Once Mekel
7. Takkan Terganti - Marcell
8. Tentang Rasa - Astrid
9. Panah Asmara - Afgan Syahreza
10. Rindu - Agnes Monica
Sebenarnya masih banyak lagi yah, tetapi saya mencari yang populer saja.
Lebih lengkapnya lihat video ini yah :)
Thanks For watching :
If you like it pls subscribe, like, comment, and share at my youtube channel.
Hai Bloggers, beberapa hari yang lalu saya menjadi juri lomba menyanyi di event Pertamina Got Talent selama 3 hari yaitu tahap Audisi tanggal 26 dan 27 Nopember 2015 dan tahap penyisihan tanggal 2 Desember 2015, untuk final nya saya tidak menjadi juri karena mereka memakai juri dari kalangan artis. Acara ini untuk internal karyawan Pertamina seluruh Indonesia dengan peserta lebih dari 100 orang. Saya menemukan walaupun sehari-hari mereka bekerja di kantor ataupun di lapangan yang notabene bukan menyanyi atau musik, ternyata banyak juga loh yang punya suara gak kalah dengan penyanyi profesional. Untuk foto-fotonya menyusul di postingan saya berikutnya.
Saya dan pemenang diapit para juri lomba menyanyi
(gak tau deh yang lain dapat hadiah apa hahahah)
Saya jadi ingat waktu awal-awal saya menetap di Jakarta tahun 2007, saya bekerja di perusahaan operator telekomunikasi swasta nasional, kantor saya sering mengadakan event musik ataupun lomba2 menyanyi. Karena saya dari kecil memang sudah suka nyanyi yasudah saya mengajukan diri untuk berpartisipasi, hasilnya dari tahun 2008 - 2009 saya bisa ikut event yang lumayan bergengsi di kantor saya antara lain nyanyi di Event "Indonesian Call Center Award" 2 tahun berturut-turut dan mengikuti lomba karaoke antar perusahaan satu komplek gedung tahun 2008, saya menang juara 2, hadiahnya tidak langsung diberi setelah pengumuman pemenang tetapi menunggu beberapa hari kemudian. Dan ada sedikit cerita lucu nih, waktu saya menang juara 2 lomba karaoke teman-teman kantor dah pada kasak-kusuk bahwa hadiahnya pasti besar, ada yang bilang uang tunai, hand phone sampai TV. Saya dah senang banget, karena pada minta makan2 besoknya ke kantor saya bawa batagor dari rumah (pesan dari tetangga penjual batagor) banyak banget untuk orang-orang kantor. Begitu sampai kantor itu batagor langsung habis dalam sekejap. Saya malah senang karena berpikir hadiahnya.
ilustrasi hadiah lomba
Beberapa hari kemudian tibalah saatnya untuk mengambil hadiah lomba, saya sudah deg-degan bakal dapat apa nih. Waktu itu saya masuk shift siang, sebelum masuk kerja saya datang ke panitia di kantornya (pengelola gedung tempat kantor saya) untuk mengambil hadiah. Sesampainya di ruangan ketua pelaksana nya yang langsung memberikan hadiah ke saya, dia sempat cerita-cerita dengan bangganya tentang pengalamannya bermusik diluar jam kantor. Saya kurang fokus mendengarnya hahaha, saya fokus ke hadiah yang saya terima.
Setelah berpamitan saya keluar dan tidak sabar untuk membuka hadiahnya. Hadiahnya dibungkus kardus dengan kertas sampul cokelat yang biasa dipakai anak2 sekolah jaman dulu (anak sekarang bukunya polos semua). Saya curious, karena kotaknya ukuran sedang tetapi kok enteng, lalu saya goyang2 kotaknya dan ada suara semacam klotek klotek gitu. Kira-kira apa isinya yah. Di lobby depan kantor saya buka itu hadiah... Dan ternyata hadiahnya adalah kaleng botol minuman alkohol bekas alias kaleng miras... Merk luar negeri sih... tapi ya ampun saya shock hahahah.... Jauh banget dengan ekspektasi orang-orang kantor dan saya sendiri.
Sampai di ruang atas tempat saya bekerja, ternyata sudah banyak teman-teman yang lain yang sudah mengambil hadiahnya. Jadi lomba ini adalah semacam PORSENI gitu ada olahraganya juga selain menyanyi. Ternyata yang menang lomba olahraga berbagai cabang di kantor saya hadiahnya nyeleneh semua, ada yang dapat handuk, obeng, botol minum... ya amplops... ini mah bukan hadiah tetapi door prize, padahal door prize pun hadiahnya bisa jauh lebih "ada harga" dari itu. Kalo ingat itu sekarang malah ketawa... hahahahha yaampun saya hadiahnya kaleng... Pokoknya beda banget dengan ajang Pertamina Got Talent yang benar2 niat, mulai dari pesertanya, panitianya, susunan acara, sampe pakai band pengiring profesional dan Juri Artis segala. Dan hadiahnya pun saya dengar lumayan besar, karena sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Termasuk juga Event CT Merdeka (Chaerul Tanjung Corporation) yang saya berpartisipasi sebagai pelatih kontestan beberapa waktu lalu. Niat banget bikin acaranya dan bergengsi walaupun tidak semuanya di bidang entertaintment pekerjaan sehari-harinya. BRAVOOOO!!!
Angkatan Pertama Paduan Suara Mahasiswa
Universitas Lampung (pic tahun 2003)
Ketika kamu belajar vokal atau skill apapun pastikan jangan terburu-buru (istilahnya kepepet). Saya menemukan ada beberapa murid yang belajar vokal karena akan ikut lomba yang waktunya sudah mepet, bahkan ada yang kurang dari 1 bulan. Mereka seperti kalang kabut belum ada persiapan makanya langsung cari guru vokal. Kalo begini jadi tidak enjoy karena terburu-buru ingin segera bisa, padahal belajar vokal itu butuh waktu yang gak instant. Entah mereka tahu atau tidak bahwa saingan-saingan mereka yang sudah jago teknik menyanyinya itu sudah pasti rutin berlatih mempersiapkan dirinya bertahun-tahun, bahkan sebelum ada lomba tersebut, sehingga pada saat kesempatan itu datang mereka sudah siap. Menurut saya berlatih hanya ketika mau lomba itu sangat tidak tepat!
Saya ingat dulu ketika menjadi mahasiswa di Universitas Lampung, saya mengikuti Lomba Paduan Suara Mahasiswa Tingkat Nasional (PESPARAWI Mahasiswa) di Papua, kami berlatih seminggu 2 kali, setiap hari minggu try out tampil di gereja-gereja di Bandar Lampung, persiapan sekitar 5 bulan, tetapi sebelum lomba kami sudah rutin berlatih sekitar 2 tahun, itupun kami masih belum menang. Pun ketika saya memutuskan mau jadi Vocal Coach, saya mempersiapkan diri saya, mulai dari bergabung dengan group vokal, berlatih setiap hari, ikut lomba sana sini, audisi sana sini, jadi wedding singer, semuanya untuk menambah jam terbang menyanyi dan saya pun ambil les piano untuk menambah kemampuan bermusik saya. Saya paham bahwa sukses itu tidak bisa datang tiba-tiba, instant seperti mie instant, tidak ada formula seperti itu di skill apapun.
Saya bersyukur juga ada beberapa murid yang paham akan hal ini terutama ortunya, mereka memberi les vokal ke anaknya dan memberi pemahaman bahwa skill yang mereka dapat tidak bisa didapatkan secara instant butuh waktu. Dan akan terasa manfaatnya nanti ketika mereka sudah besar nanti. Murid yang seperti ini biasanya tidak terburu-buru, disiplin berlatih, punya strategi dan cenderung well prepare, saya yakin mereka pasti berhasil ketika dewasa nanti. Saya acungi jempol untuk ortunya.
Bu Naning Widayati, ke 3 dari kiri
(salam hormat ibu) - 2004
Guru vokal saya ketika menjadi mahasiswa (Bu Naning Widayati) memberi wejangan ke saya, perlu ada pemahaman bahwa belajar vokal (musik) itu sama seperti petani yang sedang menanam, pada saat menanam sangat terasa lelahnya, harus mempersiapkan lahan, benih, pupuk, setelah tumbuh harus disiram, disiangi dari tanaman liar, membasmi hama, berpanas-panas dan berpeluh keringat merawat tanaman. Hasilnya pun tidak bisa dilihat seketika, perlu waktu untuk tanaman tesebut menghasilkan buah. Demikian pula belajar vokal, kita baru akan merasakan hasilnya nanti setelah kita bersusah payah dan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Semoga tulisan singkat saya ini menjadi motivasi dan pemahaman ketika akan belajar vokal/musik yah. Jangan cepat menyerah dan terus berlatih, kita tidak tahu kapan kesempatan itu akan datang kepada kita, tetapi kita bisa mempersiapkan diri kita sehingga ketika kesempatan itu datang kita sudah siap dan sukses.
Haiiii... Saturday night nih... waktunya upload cover song saya di youtube yang romantis abeees, please watch it ya... If you like it, subscribe, comment, like and share. Check it out!
Haiii... Berikut ini ada video penampilan dari PT Antavaya Vocal Group menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa yang saya arransemen menjadi up-beat. Mereka tampil dalam rangka lomba Vocal Group CT Merdeka (Chaerul Tanjung Corporation). Enjoy it :)
Hai singer, berikut video penjelasan dan latihan vokal dari saya yang lebih lengkap untuk menarik nada tinggi dengan teknik BELTING. Semoga bermanfaat :)
Hi bloggers... long time no post because of my busy activities for last 2 month. Here are pictures about my activities of Vocal Coaching.
Trio student and two guitarist of SMPN 1 Cikini practice preparing for FSL2N (Lomba Seni kategori Vokal Group tingkat SMP, mereka lolos sampai tahap Propinsi DKI Jakarta). Karena tidak ada mic, maka pura-puranya memegang mic menggunakan alat yang ada. (August 14, 2015)
Berfoto dengan Ibu Kepala Sekolah SMPN 1 Cikini (paling kiri) dan Guru Seni Budaya (paling kanan), August 14, 2015
My student Maria performing at Student Concert PCMS Cawang, August 16, 2015
Andreas
Sheren Novelia
Tiara Arjuna
Tiara Arjuna
Kyanne
Theresia Yuliani
Davina Fairuzya
PCMS Cawang Choir
Antavaya Vocal Group
Berfoto Bersama Antavaya VG dan Crew PT Antavaya
Antavaya Vocal Group took picture before performing for CT Merdeka Vocal Group Competition, September 12, 2015
Teacher Practice for Student Concert
Judging Show Choir Competition SMP Pamardi Yuwana Bhakti, Bekasi October 1, 2015
Penampilan salah satu peserta Show Choir SMP Pamardi Yuwana Bakti, Bekasi
Artikulasi adalah pengucapan kata-kata yang terdengar jelas sesuai dengan bahasa yang digunakan. Saya mau berbagi cerita nih, ada eks murid saya 2 bersaudara beberapa waktu yang lalu, yang bercita-cita jadi penyanyi, mereka sudah sempat record dan membuat single dari salah satu label di Indonesia, yang jadi masalah adalah lidah mereka sangat Jawa alias medok, walaupun nyanyi lagu berbahasa Indonesia pun masih terdengar medoknya. Kalau lidah Jawa itu kan ada penekanan di huruf B, D, G, dan J, jadi setiap kali bertemu huruf tersebut kayak otomatis gitu lidahnya langsung medok, bahkan saya dengar di hasil recordnya aja masih ada medoknya. Mereka agak2 frustasi juga dengan medok itu hahaha... Itu untuk suku Jawa, belom suku-suku yang lain di Indonesia yang punya aksen atau logat nya sendiri-sendiri seperti Batak, Sunda, Ambon dlsb.
Bicara mengenai artikulasi saya belajar sana sini tanya guru vokal sana sini ada yang bilang karena mulutnya kurang lentur alias kaku, rahangnya kurang membuka. Betul semua, kalo menurut saya masalah kebiasaan aja, terbiasa berbicara dengan cara, pola, aksen tertentu, atau karena lingkungan kesukuan yang semuanya bicara dengan logat tertentu sehingga kita terbawa logat tersebut ketika bicara. Coba perhatikan penyanyi Duta vokalis Band Sheila On Seven, ketika bicara logat Jawa nya terdengar tetapi ketika nyanyi berbahasa Indonesia ya sudah "nasional" aksennya, tidak ada logat Jawa, saya yakin Duta berlatih keras untuk membiasakan mulutnya tidak berlogat daerah ketika bernyanyi, contoh lain adalah Judika (logat Batak). Atau kalau dari luar negeri, biasanya penyanyi dari England atau Australia, ketika bicara aksen English-nya dari negara tempat asalnya tetapi ketika bernyanyi yah sudah International English. Contohnya Adele, Sam Smith dll.
Untuk melatih artikulasi, kalau saya menyarankan murid saya membaca artikel apa saja dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris sambil direkam, awal-awal speed lambat dulu, latih pengucapannya yang clear atau jelas, perhatikan kekurangan diri sendiri di huruf apa yang perlu diperbaiki, kalau sudah mulai clear coba tambah speed nya, berpura-puralah menjadi presenter, karena kalau presenter artikulasinya harus jelas. Karena ini adalah masalah kebiasaan, maka harus kita latih rutin untuk menghilangkan logat daerah atau artikulasi yang clear. Khusus untuk bahasa Inggris, mesti ekstra effort untuk melatih pronunciation kita, sama juga dengan bahasa Indonesia, coba latih dengan baca artikel berbahasa Inggris, gunakan teknologi google speak (ada di menu google translete) untuk membantu, dengarkan baik-baik ejaan dari kata yang sulit kita bunyikan pronun-nya, lakukan terus sampai bahasa Inggris kita diucapkan mendekati Native Speaker atau sampai orang mengerti kata-kata yang kita ucapkan. Pada saat berlatih lagu berbahasa Inggris, dengarkan pengucapan penyanyi aslinya baik-baik, lalu baca liriknya, kalo perlu gunakan bantuan google speak (google translete) untuk pengucapan yang benar.
Latihan artikulasi ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai penyanyi untuk menyampaikan isi lagu dengan bahasa yang digunakan. Bayangkan kalau kita nyanyi bahasa Inggris tapi medok Jawa nya... hehehe kasian yang dengar gak ngerti apa yang mau kita sampaikan dari lagu yang kita nyanyikan tersebut. Ingat selalu, bahwa menyanyi itu bercerita lewat lagu, jadi berceritalah dengan pengucapan kata-kata yang jelas :))). Semangaaaatttt terus berlatih ya singer!!!!
Berikut ini ada satu video akibat pronunciation yang salah jadi salah makna, orang Korea yang nyanyi, maksudnya nyanyi lagu Touch My Body dari Mariah Carey jadinya malah terdengar Tuts My Barreh... emang jadi lucu sih hahahaha...
Suara fals atau sumbang saat bernyanyi adalah problem yang "mengerikan" bagi penyanyi, karena kalau sudah fals kredibilitas sebagai penyanyi jadi dipertanyakan. Kalau pitchy-pitchy sedikit, kalau kata Ahmad Dhani yah dimaklumi lah... tapi kalo sampe fals itu agak horror yah hahahaa... Masalah fals ini sering dialami oleh penyanyi pemula walaupun penyanyi pro pun bisa saja fals (namanya juga manusia) dengan berbagai macam alasan, tetapi sebagai bukti tanggung jawab sebagai penyanyi, apalagi kalau sudah jadi profesi dan dibayar, yah harus berlatih supaya gak fals. Berikut latihan simple untuk mengatasi fals dari saya, semoga bisa membantu. Jangan cepat menyerah dan semangat terus untuk berlatih!!!!
Berikut penjelasan saya mengenai vibrato dalam vocal.
Vibra berarti getaran, vibra yang baik berasal dari diafragma, merupakan getaran yang halus dari diafragma, bukan dari tenggorokan, jika dari diafragma vibra yang dihasilkan akan halus, bertenaga dan bulat.
Untuk melatihnya adalah dengan humming (mmm) seperti ketika menyalakan mobil/motor lalu bunyikan humming tersebut dengan tenaga dari diafragma (seputar perut), pastikan area perut bergetar. Jika sudah menguasai ganti dengan vocal A - I - U -E dan O dengan cara yang sama seperti humming sebelumnya., baru setelah menguasai praktek ke lagu yang bertempo lambat/slow.
Special thanks to mas Indra Aziz on Youtube @vokalPlus I can learn too from your channel.